Ih Najong
trnyata hal tersebut nyata adanya:
quarter-life crisis, sindroma kekhawatiran pada usia perempat baya.
*what the hell is 'baya' anyway~ rekan sebaya, iihhh apaan si baya*
jadi menurut novel2 romantis 80an yang saya baca (bohong besar, saya tidak pernah menyadari novel yang saya baca itu romantis 80an atau bukan, ahehehehe):
quarter life crisis adalah suatu masa diantara usia 24 hingga 27 tahun dimana anda para *umumnya* lelaki merasa resah, gelisah maupun tidak bisa tidur ketika malam hari dan tidak bisa makan ketika siang hari namun bukan disebabkan oleh putus cinta ataupun kasih tak sampai.
Penyebab lazim kekuatiran daripada seorang lelaki dewasa muda manakala menghadapi quarter life crisis adalah:
1. Penampilan; jika kebetulan penderita QLC adalah individu yang mempunyai concern terhadap bentuknya di kaca maupun di image kemasyarakatan
2. Masa Depan; jika kebetulan penderita QLC merupakan individu yang dikelilingi orang2 yang sifatnya gendut dan penuntut (fat and demanding, suatu fenomena sosial yang terjadi pada orang dengan berat badan ekstra dan suka meminta hal2 yang tak masuk akal).
Penderita QLC dengan latar belakang permasalahan ini biasanya pada dasarnya merupakan orang yang baik dan cukup perduli kepada kesejahteraan orang2 disekelilingnya atau paling tidak pada kesejahteraan dirinya sendiri.
Nah!
Permasalahannya, pembaca yang budiman dan budiwoman, agaknya seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya tengah mengalami salah satu dari dua tipe pe
nyebab QLC yang telah saya karang diatas. (wajahnya mirip2 dengan tokoh yang saya pajang disebelah ini)
Dia yang tidak perlu disebut namanya (DYTPDM), agaknya mengalami QLC golongan 2.
Sebagai curhat colongan, saya sesungguhnya bersyukur dia 'hanya' terkena QLC golongan 2 karena tadinya saya mengira dia ada yang mengguna-guna (aha! ketauan juga belangnya~ komen yang tidak nyambung tapi yasudahlah apa boleh buat)
Tanda2 yang terlihat diantaranya sih ya:
1. Dia rungsing
2. Dia susah tidur
3. Dia susah makan
4. Dia kehilangan kepercayaan diri
5. Dia uring2an
6. Dia tidak mau pulang ke kampung halamannya
7. Dia menderita pusing kepala berkepanjangan
8. Dia mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan penting tapi sederhana karena pertimbangan yang berlebih - lebihan
9. Dia mulai resah membayangkan mau memberi saya makan apa di masa depan nanti
10. Dia mulai gelisah memikirkan mau tidaknya saya diajak hidup susah
HAH?!! apa?!! *korek kuping - kucek mata - kumurkumur - cucikaki - tidur - lho*
jujur kacang ijo, saya susah juga memberikan solusi yang tepat dan pasti. Karena jelas dilihat dari segi umur saya belum mengalami hal tersebut, walau mau dikarbit sebagaimana juga alhamdulilah krisis perempat baya belum saya alami.
Alamak, pusing juga kepala rasanya.
Sekarang ini, bantuan yang bisa saya berikan padanya hanyalah dengan tetap berdiri disampingnya dengan ketidakmengertian yang luarbiasa meluap - luap.
Tapi sekarang aku akan tetap berdiri, sebodo amat, karena aku sayang sekali sama kamu, abang. (cieeeeeeeeee)
Biyyuuuhh..
wahai para saubat, om dan tetua tetua ayo ayo ayo bantu aku dia